3 Tips Mengatur Keuangan Warung Supaya Makin Cuan

Saat ini, warung sembako sudah semakin banyak, karena usaha seperti ini hanya bersifat rumahan dan dikelola oleh perorangan. Meski begitu pemilik warung kelontong ini harus mengerti cara mengelola keuangan dengan benar. Jika pengelolaan sudah benar maka usaha kamu akan menghasilkan keuntungan. Mengatur keuangan warung sebenarnya tidak beda jauh dengan mengatur keuangan pada perusahaan pada umumnya. Karena jika salah dalam mengelola keuangan akan berdampak pada kelangsungan usaha kamu. Seperti yang diketahui jika memiliki modal yang terbatas, kita harus fokus untuk mengembalikan modal tidak hanya itu kita juga fokus dalam mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya. Jangan sampai kamu tidak jelas cashflow yang kamu gunakan itu kemana.

Tidak sedikit juga warung warung sembako yang berakhir bangkrut karena tidak terlalu memperhatikan pengelolaan keuanganya. Maka jangan sampai harapan dengan membuka warung sembako yang pada akhirnya berujung kegagalan hanya karena pengelolaan keuangan kamu tidak diperhatikan dengan baik. Berikut beberapa cara mengelola keuangan warung kecil dengan baik.

  1. Harus jelas antara keuangan pribadi dan warung
Uang Rupiah

Pembukuan menjadi hal yang penting dan krusial dalam administrasi usaha anda. Meskipun warung kecil sebaiknya wajib memiliki pembukuan. Hal ini membantu kalian bisa melihat dan mengetahui kemana saja aliran dana dari keuntungan dan penjualan warung digunakan. Kebanyakan orang masih ribet untuk mencatatnya dengan manual. Pada saat ini sudah banyak aplikasi yang sangat memudahkan pemilik warung untuk melakukan pencatatan keuangan. Banyak aplikasi yang menyediakan jasa seperti ini untuk membantu para pemilik warung. Salah satunya seperti TOPINDOPAY, sobat topin bisa mencatat daftar piutang, daftar hutang supplier, mengelola daftar pengeluaran warung. Mengetahui total penjualan perhari sampai perbulannya. Mengkalkulasikan otomatis total keuntungan warung, terdapat rincian dari laporan laporan keuangan sebelumnya.

Nah yang tadi hanya beberapa fitur fitur untuk membantu mengelola keuangan warung kamu agar lebih mudah, nah sekarang ada trik untuk membagi keuntungan yang diperoleh, sobat topin bisa menerapkan  10;10;20;30;30. Apa saja itu?

  1. 10% untuk kegiatan amal
  2. 10% untuk tabungan yang tidak boleh diambil.
  3. 20% untuk digunakan kembali sebagai dana perputaran modal warung kamu.
  4. 30% untuk membayar cicilan atau hutang, jika tidak ada kamu  bisa alokasikan untuk menabung ataupun untuk perputaran modal warung kamu. 
  5. 30% untuk keperluan pribadi sobat topin.

2. Prioritaskan Pembayaran Non Tunai/ Cashless

Fitur QRIS TopindoPay

Untuk menjaga keuangan warung tetap stabil, Usahakan untuk selalu menghindari utang dan mengutamakan pembayaran secara tunai ataupun cashless. Hal ini juga sangat berpengaruh pada keuangan warung yang sobat topin kelola. untuk menghindari utang yang berlebihan dan menganggu cashflow warung kalian, sobat topin bisa menerapkan pembayaran Non tunai atau Cashless. Pembayaran Non tunai/ cashless ini bisa diterapkan diwarung kalian hanya dengan satu QRIS saja untuk melakukan pembayaran. fitur ini bisa kamu dapatkan di TopindoPay, QRIS TopindoPay bisa menerima pembayaran dari berbagai Platform, Seperti : Mobile banking, OVO, DANA, SHOPEEPAY, GO PAY dll sebagainya. pembayaran yang diterima ini akan masuk ke TopindoPay sebagai Saldo QRIS. Sobat Topin juga dapat menggunakan Saldo QRIS ini untuk membeli Pulsa, Kuota, Bayar Listrik, Token PLN, BPJS dan PPOB lainnya. Dengan adanya QRIS ini Sobat Topin tidak pusing lagi cari kembalian recehan ke tetangga. Cukup dengan SCAN QRIS Topindopay pembayaran sudah dilakukan. Cukup mudah kan Sobat Topin.

Selain itu juga, untuk tetap mempunyai pencatatan keuangan yang baik pada warung kalian. bisa juga kalian menggunakan fitur dari Topindopay Kasir, fitur ini dapat membantu kalian dalam mencatat daftar piutang pelanggan, daftar hutang supplier, mencatat pengeluaran dan pemasukan. Dengan adanya pencatatan keuangan yang detail kalian bisa melihat modal usaha kalian digunakan kemana saja dan dapat melihat cashflow usaha kamu sudah mengalami kenaikan atau penurunan. jadi dengan informasi yang akurat kalian dapat membuat sebuah keputusan yang tepat untuk usaha kamu.

  1. Terapkan Sistem FIFO
Metode FIFO (First In First Out)

Keuangan warung harus tetap dijaga kestabilannya, metode FIFO (FIRST IN FIRST OUT) ini adalah sebuah metode yang cocok diterapkan untuk warung dimana sistemnya mewajibkan setiap barang yang pertama kali masuk harus pertama kali dijual. Sistem seperti ini cocok untuk bisnis seperti warung sembako yang mana menjual produk produk yang tidak tahan lama atau mudah kadaluarsa. Dengan menerapkan sistem seperti ini pula, sobat topin jadi tidak mengalami kerugian dan tidak memiliki penumpukan stok lama. Terlebih jika warung sobat topin banyak menjual produk berupa makanan ringan, sembako seperti telur, sayur, susu, dll yang cenderung mudah rusak dan kadaluarsa. Jadi FIFO cocok untuk diterapkan pada bisnis seperti warung.

Nah sobat topin, sekarang sudah tau kan cara-cara mengatur keuangan warung kamu dengan baik dan benar supaya bisa cuan. intinya kalian harus jelas antara keuangan pribadi dan warung, kegiatan usaha kamu prioritaskan pembayaran secara non tunai, dan juga supaya warung kamu tidak mengalami banyak kerugian, perhatikan juga produk produk kamu terapkan sistem FIFO (first in first out). Nah, demikian tips untuk mengatur keuangan warung kamu dan membuat bisnis kamu semakin cuan. Sobat topin punya tips lainnya? yuk share disini! biar yang lain cuan juga.

3 thoughts on “3 Tips Mengatur Keuangan Warung Supaya Makin Cuan”

  1. Tips tambahan lain nya dari saya untuk wirausahawan baru, jika buka usaha/ warung dengan modal yg minim jgn dulu menggunakan karyawan, arti nya kita sendiri lah yang menjadi bos dan karyawan, sampai kita mengetahui laba/keuntungan tetap perbulan utk warung kita. Dan jgn lupa buku warung di aplikasi Topindopay nya,
    Agar mangkin cuann 😎🤗😘

    Reply
    • Hai kak Emmanuel Ngaga, terima kasih atas masukannya. iya benar sekali, untuk wirausahawan baru yang modalnya minim disarankan jangan dulu menggunakan karyawan. sampai kita benar benar memahami kondisi usaha kita apakah mengalami keuntungan/ kerugian. sehingga usaha yang dijalankan semakin cuan.

      Reply

Leave a Comment